<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>lizard wijanarko</title>
	<atom:link href="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com</link>
	<description>vox populei vox dei</description>
	<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 13:33:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>uxbq92me8i</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/uxbq92me8i/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/uxbq92me8i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 13:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[uxbq92me8i
maaf &#8230; teks ini untuk technorati&#8230; terimakasih.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>uxbq92me8i</p>
<p>maaf &#8230; teks ini untuk technorati&#8230; terimakasih.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/uxbq92me8i/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>10 Webstite tutorial photoshop pilihan bagian 1</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/10-webstite-tutorial-photoshsop-pilihan-bagian-1/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/10-webstite-tutorial-photoshsop-pilihan-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 13:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Photoshoptuts]]></category>

		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali webstite tutorial di internet bermunculan sejak tahun 2005 yang lalu. Ini dikarenakan banyaknya orang tersadar bahwa dengan menulis artikel atau tutorial akan banyak pengunjung tertarik dan mengklik banner adsense atau program affiliate lainnya. So wajar-wajar saja jika sekarang banyak iklan bermunculan di situs internet hingga menutupi makna artikel itu sendiri. Untuk tutorial photoshop [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali webstite tutorial di internet bermunculan sejak tahun 2005 yang lalu. Ini dikarenakan banyaknya orang tersadar bahwa dengan menulis artikel atau tutorial akan banyak pengunjung tertarik dan mengklik banner adsense atau program affiliate lainnya. So wajar-wajar saja jika sekarang banyak iklan bermunculan di situs internet hingga menutupi makna artikel itu sendiri. Untuk tutorial photoshop alias untuk desain grafis sangat populer yang akhirnya menjadi tujuan utama para webmaster untuk membuat website desain grafis untuk website affiliasi mereka. Pada akhirnya para netter kebingungan mencari website yang original, sumber artikel tersebut (maklum banyak yang copy paste cuy).</p>
<p>Saya sertakan disini berbagai website yang original dijamin bukan copy paste, walaupun beberapa diantaranya ada yang memasukkan artikel dari website lain tapi masih memberikan link dimana artikel itu didapatkan<span id="more-16"></span></p>
<p>1. <a href="http://psd.tutsplus.com/" target="_blank">PSDTUTPLUS</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="size-medium wp-image-17 aligncenter" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/1psdtuts-300x187.png" alt="1psdtuts" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">2. <a href="http://www.webdesignerwall.com/" target="_blank">WEBDESIGNERWALL</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/2webdesignerwall-300x187.png" alt="2webdesignerwall" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">3. <a href="http://vandelaydesign.com" target="_blank">VANDELEYDESIGN</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-19" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/3vandewleydesign-300x187.png" alt="3vandewleydesign" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">4. <a href="http://alfoart.com/" target="_blank">ALFOART</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="size-medium wp-image-20 aligncenter" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/4alfoart-300x187.png" alt="4alfoart" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">5. <a href="http://abduzeedo.com/" target="_blank">ABDOZEEDO</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/5abdozeedo-300x187.png" alt="5abdozeedo" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">6. <a href="http://www.photoshoproadmap.com/" target="_blank">PHOTOSHOPROADMAP</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-22" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/6photoshoproadmap-300x187.png" alt="6photoshoproadmap" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">7. <a href="http://www.smashingapps.com/" target="_blank">SMASHINGAPPS</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-23" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/7smashingapps-300x187.png" alt="7smashingapps" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">8. <a href="http://www.tutorialized.com/" target="_blank">TUTORIALIZED</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-24" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/8tutorialized-300x187.png" alt="8tutorialized" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">9. <a href="http://www.smashingmagazine.com/" target="_blank">SMASHINGMAGAZINE</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-25" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/9smashingmagazine-300x187.png" alt="9smashingmagazine" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">10. <a href="http://www.tutorialkit.com/" target="_blank">TUTORIALKIT</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-26" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/10tutorialkitcom-300x187.png" alt="10tutorialkitcom" width="300" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">Sebenarnya, masih banyak link website lainnya yang dianggap kompeten di dunia tutorial photoshop. Namu, saya kira 10 website ini sudah mewakili. Akan saya tambah lagi besok dengan link website yang lainnya pada bagian dua.</p>
<p style="text-align: left">Link website di atas merupakan pilihan saya ketika itu saya mencari tutorial photoshop yang isinya bagus dan mempunyai nama yang bagus pula di dunia netter. Konten tutorialnya yang original telah dilengkapi dengan link untuk mendapatkan image yang sesuai seperti dari&nbsp;<a href="http://flickr.com" title="http://flickr. " target="_blank">flickr.com</a> ; sxc.hu ;&nbsp;<a href="http://deviantart.com" title="http://deviantart. " target="_blank">deviantart.com</a> dan lannya. Namun memang web ini kadang agak lama diakses karena image yang ditampilkan bongsor dengan kualitas lumayan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/26/10-webstite-tutorial-photoshsop-pilihan-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Fatal Pembuat Tutorial Photoshop</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/kesalahan-fatal-pembuat-tutorial-photoshop/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/kesalahan-fatal-pembuat-tutorial-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 15:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Photoshoptuts]]></category>

		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<category><![CDATA[Desain]]></category>

		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[
Lumrah adanya jika orang melakukan kesalahan, kekurangan dan lalai. Saya akan mengungkapkan kesalahan pada para pembuat tutorial di internet, lebih tepatnya pembuat tutorial photoshop. Para netter yang suka desain terutama digital imaging dengan basic photoshop seringkali kesulitan menerapkan tutorial yang didapatnya dari internet. Banyak alasan yang mendasari hal ini.
Kesalahan ini umumnya dilakukan oleh para netter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="content">
<p>Lumrah adanya jika orang melakukan kesalahan, kekurangan dan lalai. Saya akan mengungkapkan kesalahan pada para pembuat tutorial di internet, lebih tepatnya pembuat tutorial photoshop. Para netter yang suka desain terutama digital imaging dengan basic photoshop seringkali kesulitan menerapkan tutorial yang didapatnya dari internet. Banyak alasan yang mendasari hal ini.<span id="more-14"></span></p>
<p>Kesalahan ini umumnya dilakukan oleh para netter pemula dalam bidang pembuatan tutorial, namun bukan karena masih barunya yang menjadi alasan. Sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan di sini adalah kurangnya simulasi menjadi pembaca tutorial (target pembaca), memperlakukan diri sebagai pembaca. Membuat tutorial berarti memahamkan seseorang (pembaca) akan hal tertentu, dalam hal ini adalah materi photoshop.Acap kali kita membuat artikel hanya untuk menulis saja, tanpa memperhitungkan dari sisi pembaca dalam memahami isi artikel yang ditulis.</p>
<p>Memang menulis itu baik, dianjurkan malah. Akan lebih baik lagi jika postingan artikel dapat dipahami atau hingga dipraktekkan oleh pembaca sampai ada efek imbal balik dari pembaca dengan memakai komentar.</p>
<p>Kesalahan-kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pembuat tutorial photoshop adalah:<br />
1.	Resource yang dipakai dalam pembuatan tutorial tidak disertakan<br />
Tidak menyertakan resource berarti para pembaca akan kebingungan dalam mengaplikasikan tutorial yang sedang dibaca sebagai pembuktian bahwa tutorial tersebut bisa dipakai.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa pembaca melakukan beberapa reaksi ketika membaca tutorial. Reaksi ini bermacam-macam adanya. Tergantung dari bagus tidaknya tutorial dan segi pembaca itu sendiri (suka tidak suka). Jika dijabarkan, reaksi ini berupa step by step (urut).<br />
a.	Pembaca akan melihat perbandingan sebelum dan sesudah<br />
b.	Menentukan bahwa tutorial ini layak dibaca atau tidak, jika layak dilanjutkan pada urutan selanjutnya<br />
c. Membaca keseluruhan tutorial (khusus untuk pembaca yang bisa menggunakan photoshop akan menentukan bahwa tutorial ini bisa dilakukan atau tidak)<br />
d.	Menerapkan tutorial yang telah dibaca<br />
e.	Mencari resource yang bisa digunakan<br />
f.	Jika selesai menerapkan tutorial melakukan komentar atau browsing tutorial lainnya</p>
<p>Bisa dilihat dari reaksi pembaca diatas, maka untuk pembuat tutorial harus memahami bahwa memperlakukan sesuai tutorial (mencoba melakukan sendiri) merupakan reaksi umum para pembaca. Jika resource yang dipakai tidak sesuai seringkali menyebabkan masalah dalam menerapkan tutorial. Jika menggunakan resource pengganti berpotensi tutorial tidak bisa diterapkan dengan benar.</p>
<p>Resource yang saya maksud diantaranya :<br />
a.	Paths<br />
b.	Swatches<br />
c.	Gradients<br />
d.	Contours<br />
e.	Custom shapes<br />
f.	Tools<br />
g.	Brushes<br />
h.	Patterns<br />
i.	Actions<br />
j.	Plugins<br />
k.	Fonts<br />
l.	Daftar warna<br />
m.	Styles<br />
n.	Images<br />
o.	File Psd<br />
p.	Dan lain sebagainya dengan sifat sejenis</p>
<p>2.	Tidak ada referensi detail tata cara memperlakukan resorce yang dipakai<br />
Berbagai hal dapat terjadi untuk menerapkan tutorial jika menggunakan resource. Kita akan menganggap bahwa para pembaca adalah newbie yang baru kenal photoshop. Para pembaca inilah yang biasanya tidak bisa menerapkan tutorial. Contoh style, para pembaca newbie tidak bisa memasukkan style dalam photoshop, memperlakukan style dan tidak tahu letak style. Hal ini mengganggu efek belajar, lebih ekstrem lagi jika menentukan bahwa website kita memiliki sistem yang tidak membantu para pembacanya dan ogah ketok pintu di website kita.</p>
<p>3.	Tidak ada perbandingan sebelum dan sesudah<br />
Perbandingan sebelum dan sesudah ini layaknya teaser dalam sebuah movie. Membuat pembaca tertarik untuk membaca isi tutorial lebih lanjut. Ini bukanlah hal utam, tetapi memberikan kesan pertama adalah kunci menarik calon pembaca menjadi pembaca yang loyal.</p>
<p>4.	Link referensi dan resource menggunakan hosting diluar hosting pribadi<br />
Seringkali saya menerapkan tutorial photoshop dan resource saya peroleh dari hosting dari luar. Misalnya rapidshare, flicker, deviantArt, webrush, ziddu dan lain sebagainya. Jika filenya ada sih gak masalah. Tapi seringkali pula link diblokir, file dihapus dan lain sebagainya yang intinya resource tidak bisa didapatkan.</p>
<p>File yang tidak ada ini akan mematahkan semangat pembaca yang menerapkan tutorial. Sangat disayangkan jika minat tutorial yang sebelumnya untuk belajar mengajar ternyata hanya sebagai nampang doank dan efek affiliasi.</p>
<p>Tentunya akan terasa nyaman jika kita menggunakan hosting pribadi, walaupun hali ini membutuhkan tenaga lebih. Tapi ini semua akan sepadan dengan apa yang kita dapatkan, imbal balik pembaca. Bagus buat referensi pembaca untuk teman dan kolega, bisa menambah pembaca. Tenaga lebih yang saya maksud disini adalah biaya, waktu dan upload-download dsb. Untuk hosting, kita bisa menggunakan hosting gratis jika tidak ada biaya lebih, saya sarankan menggunakan&nbsp;<a href="http://00fees.net" title="http://00fees. " target="_blank">00fees.net</a>.</p>
<p>5.	Menggunakan hasil dari aplikasi lain (tidak full photoshop)<br />
Terkadang tutorial menggunakan hasil olahan dari aplikasi selain photoshop, diataranya: xara3d, 3dxmax, illustrator, pixelmator, dll. Singkatnya tutorial bisa diterapkan jika sudah memahami aplikasi lainnya. Hal ini membuat efek tutorial based tutorial. Pembaca harus mencari tutorial lain dalam menerapkan tutorial yang kita buat. Pastinya, bagi pembaca yang tidak memahami aplikasi lain tersebut malas untuk menerapkan tutorial yang kita buat kecuali tutorial yang dibuat memang layak dan sangat amat dibutuhkan.</p>
<p>6.	Meyertakan gambar tutorial dalam satu halaman<br />
Banyak tutorial photoshop yang saya temui menyertakan gambar dalam satu halaman yang tidak kalah heboh adalah gambar yang dicantumkan merupakan gambar dengan dimensi yang cukup besar. Mencuri bandwith-nya kelewatan. Ini lebih kepada kepada kontinuitas keterbacaan tutorial yang kita buat. Kita tahu tidak semua pembaca mempunyai bandwith besar, lebih-lebih Indonesia. Kita bisa menerapkan cara klik perbesar untuk langkah antisipasi.</p>
<p>7.	Memakai bahasa alien<br />
Memakai bahasa alien ini berarti menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dipahami oleh pembaca. Bahasa ilmiah atau bahasa keren seringkali hilir mudik di tutorial-tutorial design termasuk tutorial photoshop.Pun juga pemilihan kata tidak tepat juga menimbulkan efek samping terhadap keterbacaan tutorial. Gunakan bahasa sewajarnya saja demi kenyamanan pembaca.</p>
<p>8.	Tidak ada tata cara / sistem penulisan berkelanjutan<br />
Saya akan mencontohkan tata cara penulisan ini layaknya pembuatan skripsi. Semua mahasiswa akan membuat tulisannya dengan tata cara yang sama dengan hasil yang sama. Covernya sama, font yang dipakai sama, ukuran font yang sama, letak halaman pembahasan yang sama dan sebagainya.</p>
<p>Tata cara disini bukan berarti seperti skripsi, tetapi lebih condong terhadap tata cara kita menuliskan tutorial, dari tutorial satu sampai tutorial selanjutnya menggunkan teknik penulisan yang sama. Perbedaan-perbedaan tata cara akan membingungkan pembaca dalam memahami artikel dan mempelajari lagi mulai dari awal untuk memahami tata penulisan artikel. Lebih baik jika kita sudah menentuan sekian tata cara dan setia menggunakannya jangan sering berubah, bikin bingung.</p>
<p>9.	File psd (resource) dan tutorial tidak sinkron<br />
Ada sekian banyak website yang menyertakan file psd, namun aneh jika tutorial yang dituliskan tidak sesuai dengan hasil (psd). Langkah-langkah yang dipakai berbeda, saya bandingkan dan geleng-geleng kepala. “Ini benar file psd utnuk tutorial ini gak ya..?”. Sudah capek-capek download psd kapasitas bongsor, eh ternyata hasilnya ga sesuai.</p>
<p>Kesan pertama ketika melihat hasil perbandingan biasanya menyatakan bahwa tutorial tidak valid. Bohong-bohongan. Dan harus analisa langkah penerapan yang ada di psd, so tutorialnya ga fungsi (capek dech).</p>
<p>10.	Step by step tutorial tidak sesuai / tidak lengkap<br />
Tak banyak memang website yang konsisten dalam pembuatan tutorial dan mengerti bagaimana seharusnya tutorial harus ditulis. Kebanyakan tutorial dibuat sering skip langkah (ada beberapa langkah yang dilupakan, tidak disertakan dianggap semua pembaca pasti mengerti). Bagaimana mungkin penerapan tutorial bisa rampung jika ada langkah tertentu tidak disertakan, kita tahu bahwa kurang satu langkah dalam photoshop akan berakibat fatal dengan tidak tercapainya image yang kita harapkan lebih artistik, yang ada malah tambah jelek. Sebaiknya langkah-langkah yang seringkali dipakai dibuatkan artikel tersendiri, jadi tinggal memasukkan link ke artikel tersebut jika tutorial tersebut menggunakan teknik yang sama (sebenarnya, hal ini juga kurang disukai pembaca karena harus buka-buka halaman lain, tidak langsung rampung dalam satu tutorial, lebih baik disertakan dalam satu bahasan tutoraial alias tidak parsial).</p>
<p>11.	Tutorial tidak bisa diterapkan untuk semua image<br />
Paling sering terjadi. Contoh paling riil adalah efek infrared menggunakan photoshop. Teknik yang dipakai dalam tutorial ini acap kali tidak bisa diterapkan pada semua image. Begitu pula tidak dijelaskan mengapa hal ini terjadi demi mengurangi segi perbedaan hasil penerapan tutorial.</p>
<p>Lebih baik dicoba dulu teknik yang akan ditulis dengan menggunakan image lainnya, bila perlu 5 image yang berbeda , sehingga kita tahu bahwa perbedaan hasil dalam penerapan tutorial bisa berkurang.</p>
<p>Tutorial tidak bisa diterapkan untuk semua image biasanya disebabkan oleh perbedaan image pada<br />
a.	Tingkat iluminasi<br />
b.	Resolusi<br />
c.	Warna<br />
d.	Lensa yang dipakai dalam menghasilkan image (infrared/IR misalnya)<br />
e.	Brightnes/contrast<br />
f.	Ukuran image<br />
g.	dsb</p>
<p>12.	Versi photoshop tidak spesifik<br />
Ada beberapa tool yang hanya dimiliki photoshop pada versi tertentu. Melibatkan tool yang bersifat unik ini juga menyebakan tidak bisa diterapkannya tutorial. Lebih baik jika tutorial dibuat juga menyertakan versi sehingga pembaca bisa menentukan diterapkan atau tidaknya tutorial tertuju.</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para pembuat tutorial untuk memperhatikan segi pembaca, terutama para pembuat tutorial photoshop. Hingga tutorial yang dibuat bisa dibaca, diterapkan, dan dipahami sehingga mempunyai makna pengajaran dan bermanfaat bagi pembacanya.</p>
<p>Sekian, terima kasih</p></div>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/kesalahan-fatal-pembuat-tutorial-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menentukan Judul Skripsi, Tesis, Disertasi, Tugas Akhir, Tugas Khusus dan Penulisan Karya Ilmiah Lainnya</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-%e2%80%ba-tools-%e2%80%94-wordpress/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-%e2%80%ba-tools-%e2%80%94-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 15:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[skripsi]]></category>

		<category><![CDATA[tugas akhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Latar belakang saya menulis artikel ini adalah karena masih banyaknya teman saya yang kebingungan dalam pengerjaan karya ilmiah mereka, tentunya juga banyak yang tidak saya kenal lainnya yang kebingungan dalam hal ini. Loh… Apa hubungannya dengan judul karya ilmiah. Pengerjaan karya imiah sangat berhubungan dengan penulisan karya ilmiah, buktinya, bagaimana kita bisa menulis karya ilmiah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Latar belakang saya menulis artikel ini adalah karena masih banyaknya teman saya yang kebingungan dalam pengerjaan karya ilmiah mereka, tentunya juga banyak yang tidak saya kenal lainnya yang kebingungan dalam hal ini. Loh… Apa hubungannya dengan judul karya ilmiah. Pengerjaan karya imiah sangat berhubungan dengan penulisan karya ilmiah, buktinya, bagaimana kita bisa menulis karya ilmiah sedangkan karya ilmiahnya saja belum selesai. Pengerjaan karya ilmiah seringkali terjegal ditengah-tengah pengerjaan karena penentuan judul yang tidak tepat sehingga menggangu penulisan karya imiah, baik skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus itu .<span id="more-11"></span></p>
<p>Ada beberapa metode bijak untuk menentukan judul skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus dan penulisan karya ilmiah lainnya. Cara-cara tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Sesuaikan judul dengan basic interest/kesukaan
<ul>
<li>Perlu diketahui kenapa saya memberikan poin pertama untuk sesuaikan judul dengan basic interest adalah ketika kita berbuat atau melakukan sesuatu akan terdorong oleh minat yang kuat. Minat ini terbangun atas adanya dorongan mental dari dalam diri kita.Bagaimana kita bisa menjadi MAU untuk mengerjakan sesuatu jika kita saja tidak suka. Yang ada jika ini dipaksakan adalah hanya pengerjaan setengah hati. Totalitas Anda akan terhambat.
<p>Terkadang juga orang tidak berani melakukan sesuatu karena tidak mengakui bahwa kita mempunyai kekuatan tersembunyi dalam diri kita masing-masing, kekuatan yang membuat kita mau dan berani mengambil tindakan. Tidak hanya dalam angan angan. Yang mendasari adalah bagaimana sudut pandang kita terhadap sesuatu.</p>
<p>Contohnya, jika Anda adalah seorang owner bisnis.</p>
<p>Perintahkan kepada karyawan Anda untuk bersih-bersih 3 kali lebih bersih dari hari sebelumnya dan informasikan bahwa besok Akan Ada presiden akan datang ke tempat kerja Anda untuk melakukan tinjauan.</p>
<p>Bisa dipastikan bahwa hasil akan lebih bersih (baik) daripada hari sebelumnya. Inilah yang saya maksud dengan kekuatan tersembunyi di dalam diri kita, terkadang memang kita malas karena tidak ada alasan kuat yang mendasari kita untuk melakukan sesuatu. Dan bayangkan juga ketika besok adalah ujian, pastinya Anda mau tidak mau harus belajar demi meraih nilai yang anda impikan.</p>
<p>Yang saya maksud di sini adalah sebenarnya kita mampu, hanya saja kita perlu untuk menyadari bahwa kita memang mampu.</p>
<p>Dengan menentukan judul sesuai dengan kesukaan Anda, ini akan menambah gain interest atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggungjawab nantinya terhadap judul yang anda tentukan dengan mengerjakan karya ilmiah.</li>
</ul>
</li>
<li>Sesuaikan dengan kemampuan
<ul>
<li>Hal ini lebih kepada saat Anda mengerjakan project Anda dan menjadikannya mejadi karya ilmiah. Ketika Anda menjadi pembicara dalam sebuah presentasi dapat dipastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tidak lebih dari 70 persen dari kemampuan Anda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan apa yang Anda bisa dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap karya tulis yang sedang atau akan Anda buat, akan riskan jadinya jika Anda menentukan sebuah judul karya ilmiah padahal Anda tidak punya kemampuan terhadap apa yang Anda kerjakan.
<p>Banyak waktu Anda akan terbuang percuma untuk mendapatkan informasi terhadap materi judul yang akan Anda buat jika tidak mempunyai basic kemampuan dalam terhadap materi judul. Anda akan belajar mulai dari awl dan inilah yang saya anggap riskan. Untuk memahami materi tidak semudah membalikkan telapak tanga, butuh waktu, tenaga dan materi yang banyak. Dan pastinya akan menghambat Anda dalam pembuatan karya ilmiah walaupun ini bisa ditutupi dengan penggalian informasi melalui referensi, tetap saja akan mengganggu hasil dari karya ilmiah yang Anda buat.</p>
<p>Di sini saya berusaha menyadarkan Anda bahwa judul yang berkualitas dengan materi yang berkualitas tidak bisa didaopatkan dari referensi saja. Ini melibatkan Anda dalam menemukan sesuatu yag baru, tidak ditemui sebelumnya diluar karya ilmiah Anda. Yang ada adalah referensi adalah dasar pemahaman materi, bukan hasil temuan yang Anda buat. Kita harus paham bahwa karya ilmiah bertujuan untuk menemukan hasil temuan baru dari hasil penelitian/karya ilmiah yang dibuat. Bukan hanya mengaplikasikan materi atau referensi yang sudah ada saja. Terasa tidak ada yang spesial jika tidak ada perubahan dari masa-ke masa terhadap karya tulis.</li>
</ul>
</li>
<li>Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat
<ul>
<li>Mensimulasikan materi judul yang Anda buat merupakan salah satu syarat untuk mencapai hasil temuan dari karya tulis yang berbobot. Apa gunanya jika karya tulis yang kita buat jika hanya memenuhi kewajiban untuk membuat skripsi atau tugas akhir saja tanpa ada kontribusi nyata terhadap perubahan masyarakat atau membantu masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Hanya menjadi kertas berisi materi dan bukan aplikasi nyata kepada masyarakat menjadikan karya tulis kita sebagai sebuah buku tidak bermakana pada kehidupan masyarakat kita. Padahal makna membuat karya tulis adalah karena alasan agar kita dapat bekerja untuk masyarakat dan juga bisa mendapatkan materi(pekerjaan) darinya. Jika masyarakat tidak butuh, bagaimana hal ini akan tercapai.
<p>Mensimulasikan karya tulis tersebut bisa kita lakukan dengan cara analisa SWOT, 5W+H, AIDA, Questioner, bertanya langsung ke masyarakat dan lainnya yang mendukung pencapaian sebuah informasi tentang kebutuhan masyarakat. Dan pastikan hasil dari penelitian ini mempunyai data yang valid agar Anda bisa berbuat lebih terhadap temuan Anda dengan karya tulis. Penelitian disini tidak harus muluk-muluk, secukupnya saja, perlu diingat bahwa inti penelitian yang Anda buat dalam mensimulasikan adalah kebutuhan masyarakat untuk bahan judul yang Anda buat.</li>
</ul>
</li>
<li>Cari referensi yang mendukung
<ul>
<li>Referensi ini sebenarnya adalah langkah kedua dalam menetukan judul setelah Anda yakin bahwa judul yang dibuat telah mantap. Referensi ini dilakukan untuk menunjang karya ilmiah hingga penulisannya. Tidak mungkin kita menulis karya ilmiah hanya hasil temuannya saja tanpa ada dasar materi. Demikian juga judul yang kita buat mungkin sudah ada yang pakai, kan gak OK klu judul sama ketika kita meakukan pencaria di google. Oleh sebab itu lakukan perbandingan dengan melakukan pencarian referensi. Anda bisa mencari refernsi di :
<ul>
<li>Karya ilmiah sejenis</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Ini adalah cara paling gampang untuk mencari judul karya tulis ilmiah. Caranya adalah dengan cara melihat pada bagian saran. Dan kalau sudah ya tinggal jadikan saran tersebut menjadi judul. Saran adalah sarana karya tulis ilmiah agar ada perubahan lebih baik terhadap karya tulis setelahnya dalam materi sejenis. Kita tidak perlu repot-repot untuk mencari judul karya tulis jika sudah ada judul dengan mater yang sama, selanjutnya hasil saran yang ada sesuaikan dengan judul Anda, ya jangan memakai judul yang sama minimal sudah berganti muka, materi sudah cukup mewakili tingggal melakukan penelitian untuk mendapatkan temuan dari saran. Mudah kan…</li>
</ul>
</li>
<li>Internet
<ul>
<li>Pencarian di internet memang lumrah adanya, tetapi jangan terkena imbasnya dengan copy paste saja materi yang ada di internet. Pelajari dan simpulkan, itu yang benar. Pencarian materi diinternet saya sarankan untuk mengunjungi situs berikut ini
<ul>
<li>Konsultasi Online     : <a title="http://skripsi-konsultasi.blogspot.com" href="http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/">http://skripsi-konsultasi.blogspot.com</a></li>
<li><a title="www.wikipedia.org" href="http://www.wikipedia.org/">www.wikipedia.org</a></li>
<li>Perpustakaan online</li>
<li>Google.book.com</li>
<li>Google.com        : search engine utama, gunakan kunci pencarian signifikan (pahami kunci-kunci pencariannya). Kunci yang bagus adalah :
<ol>
<li>“Daftar Judul skripsi” dan karya ilmiah</li>
<li>Skripsi online</li>
<li>Thesis filetype:pdf</li>
<li>“Skripsi” filetype:doc</li>
<li>“Pilihan judul skripsi” populer</li>
<li>“Nama judul” filetype:pdf</li>
<li>Daftar “Tugas Akhir”|TA|”Tugas khusus”|skripsi|tesis</li>
<li>Data judul Tugas akhir filetype:xls</li>
<li>Penelitian Tugas Akhir</li>
<li>Karya tulis imiah</li>
<li>dll</li>
</ol>
</li>
<li>Amazon.com        : difungsikan untuk mencari data-data buku yang dicantumkan.</li>
<li><a title="http://encarta.msn.com" href="http://encarta.msn.com/">http://encarta.msn.com</a></li>
<li>Yahoo.com        : search engine yang juga mejadi rujukan</li>
<li>Website universitas yang kompeten, kabar baiknya adalah di setiap website resmi kampus menginputkan data-data dari skripsi, tugas khusus, tugas akhir yang sudah, sedang dan akan dibuat oleh para mahasiswanya.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li>Buku
<ul>
<li>Dengan sokongan materi yang cukup berarti akan memudahkan Anda dalam menulis karya ilmiah nantinya. Buku adalah pasokan materi yang paling diakui keabsahannya. Kalau internet masih banyak data kurang sesuai karena perubahan yang ada sangat cepat. Cari buku-buku tingkat internasional sehingga derajad kualitas materi diakui, kalaupun dari lokal Indonesia cari penerbit yang menjadi rujukan materi dari apa yang Anda pakai (biasanya dipakai dosen atau pengajar juga diakui praktisi). Buku menjadi referensi kuat karena sifatnya yang dihasilkan dari penelitian panjang oleh penulisnya sehingga memperkuat argument Anda dalam pembuatan materi karya ilmiah.
<p>Adapun buku-buku yang seringkali mejadi rujukan adalah keluaran  dari penerbit sebagai berikut:</p>
<p>•    Oreilly</p>
<p>•    Wiley</p>
<p>•    Syngres</p>
<p>•    Pearson Education</p>
<p>•    McGraw-Hill</p>
<p>•    Prentice-Hall</p>
<p>•    John Wiley &amp; Sons</p>
<p>•    Academic Press</p>
<p>•    Addison- Wesley Professional</p>
<p>•    Macmillan College Publishing Company</p>
<p>•    Springer</p>
<p>•    Cambridge University Press,</p>
<p>•    MIT Press,</p>
<p>•    dan lain sebagainya</li>
</ul>
</li>
<li>Majalah/surat kabar
<ul>
<li>Majalah atau surat kabar adalah cerminan dari keadaan masyarakat pada jamannya. Kita bisa menggali informasi tentang materi judul karya tulis kita dari sini. Tentukan dan sesuaikan materi dari judul Anda dengan majalah atau surat kabar yang berkaitan. Banyak praktisi yang mengeluarkan pendapat disini. Kontribus surat kabar adalah pada artikel yang valid karena data yang ada adalah berdasar pada keadaan lingkungan masyarakat.</li>
</ul>
</li>
<li>TV
<ul>
<li>TV menjadi bahan pencarian informasi yang menyenangkan daripada yang lainnya. Melalui TV kita mencari informasi sekaligus menikmati layar kaca asal tidak infotainment aja. Ha ha ha&#8230;</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li>Sharing dosen, teman, kolega dan lainnya
<ul>
<li>Dalam sharing ini Anda akan mendapatkan saran dan kritik dalam pengambilan keputusan menentukan judul. Dengan sharing Anda mengetahui kekurangan, kelemahan, kekuatan dan kelebihan dari judul yang Anda buat dari sumber lain yang kompeten, dianggap kompeten karena orang-orang yang mejadi sumber sharing adalah orang-orang yang mengetahui materi dalam judul yang Anda buat dan perilaku diri Anda sendiri.
<p>a.    Dosen</p>
<p>Orang paling kompeten untuk sharing adalah dosen, karena dosen adalah orang yang menggeluti dunia edukasi sejak lama, jauh sebelum Anda memahami materi perkuliahan. Dosen memahami materi dan serangkaian proses yang akan Anda lakukan ketika menentukan sebuah judul karya tulis. Dengan demikian saran mereka lebih memiliki dampak terhadap judul Anda. Kebijakan-kebijakan yang dibuat seorang dosen ketika Anda melakukan sharing adalah hasil analisa peristiwa sebelum-sebelumnya dan termasuk materi yang akan Anda tentukan. Dosen tahu betul bagaimana membuat saran kepada Anda, tak dapat dipungkiri bahwa dosen memang rujukan utama dalam hal ini.</p>
<p>b.    Teman</p>
<p>Kebanyakan dari makhluk sosial seperti manusia adalah bergantung pada komunitas di sekitarnya. Teman bisa memberikan saran dengan melihat pribadi Anda, memandang Anda sebagai bagian darinya. Teman adalah orang yang tahu bagaimana Anda dalam melakukan sesuatu dan bertindak terhadap sesuatu. Dengan demikian saran yang didapatkan dari seorang teman adalah murni dari analisa mereka terhadap kemampuan, tingkah laku, cara berpikir dan berperilaku Anda sehingga saran ini lebih kepada bagaimana diri Anda akan berbuat demi terlaksananya karya ilmiah. Ditambah lagi dengan kemampuan teman Anda terhadap materi judul yang Anda buat merupakan syarat khusus agar saran ini sesuai dengan kebutuhan dari harapan saran yang anda minta.</li>
</ul>
</li>
<li>Do It
<ul>
<li>Ironis memang, sekarang ini banyak orang kebingungan tentang apa yang harus dilakukan. Sharing sudah, simulasi sudah, cari refensi sudah, tapi yang kurang mengenakkan adalah seringkali kita merasa masih kurang dan kurang, akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Mulailah bertindak sedikit demi sedikit untuk judul Anda, tidak harus sempurna. Dan pada prosesnya nanti Anda akan mengerti bagaimana harus bertindak dan judul Anda sudah pasti selesai/ditentukan dengan mudah, tidak mungkin secara ceroboh Anda melakukan hal ini bukan, so bertindaklah sekarang juga untuk judul Anda.Sekarang saya akan identifikasi bagaimana melakukan bahwa Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah. Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian, bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey, dsb). Skripsi pada level S1 seharusnya didesain untuk memecahkan masalah yang lebih riil dan sifatnya applied (bisa diaplikasikan). Mahasiswa sudah bisa dikatakan cukup fokus ke masalah yang ada di sekitarnya saja. Kalau jurusan kita di computing, kita lakukan saja observasi di lingkungan kita. Misalnya universitas, dosen, dan mahasiswa itu punya masalah apa yang kira-kira bisa kita pecahkan dengan teknologi informasi dan aplikasinya. Intinya kita harus kejar terus masalah penelitian ini, dan jangan lupa bahwa masalah yang kita identifikasi tersebut benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan. Masih agak bingung? Ok saya coba jelaskan secara detail dan pelan-pelan bagaimana proses identifikasi masalah ini.
<p>Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain. Ketika kita mengambil topik penelitian untuk membedakan raut muka mahasiswa yang lagi bokek dan mahasiswa yang lagi banyak uang, kita punya variabel “raut muka” dan variabel “keadaan keuangan”. Nah kita ingin tahu hubungan dua variabel ini, maka jadilah itu sebuah masalah penelitian .</p>
<p>Lha terus sumber masalahnya dari mana datangnya? Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):</p>
<p>1.    Masalah Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem)</p>
<p>Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan “saklek”, karena masalah manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita “goyang sedikit” menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu “kekurangan uang”. Ini bisa kita “konversi” menjadi masalah penelitian misalnya menjadi:</p>
<p>- Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system</p>
<p>- Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa</p>
<p>2.    Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)</p>
<p>Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas. Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa jadi masalah penelitian yang menarik juga.</p>
<p>3.    Fenomena yang Terjadi (Phenomenon)</p>
<p>Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul: “Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.</p>
<p>Supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah (Ronny Kountur, 2007) (Moh. Nazir, 2003):</p>
<p>1.    Menarik. Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan penelitian dengan serius.</p>
<p>2.    Bermanfaat. Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa manfaat kepada masyarakat.</p>
<p>3.    Hal Yang Baru. Ini hal yang cukup penting dalam penelitian, bahwa penelitian yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh orang lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.</p>
<p>4.    Dapat Diuji (Diukur). Ini biasanya hal yang terlupakan, supaya proses penelitian kita sempurna, masalah penelitian beserta variabel-variablenya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur secara empiris. Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter.</p>
<p>5.    Dapat Dilaksanakan. Nah ini juga faktor penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik penelitian tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari research impossible</p>
<p>6.    Merupakan Masalah Yang Penting. Ini agak sulit mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita bahwa jangan sampai melakukan penelitian terhadap suatu masalah yang tidak penting.</p>
<p>7.    Tidak Melanggar Etika. Yang terakhir adalah masalah etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data.</p>
<p>Bagaimana, sudah ada bayangan kira-kira masalah apa yang akan diteliti? Kalau sudah ok dan mantab dengan masalah penelitian, kita lanjutkan ke seri artikel berikutnya. Intinya konsep seri tulisan tentang penelitian ini memberi opini bahwa penelitian dan tugas akhir itu hal yang mudah, tidak bikin takut, apalagi bikin stress, kita tinggal jalankan saja sesuai dengan tahapan penelitian. Nikmati permasalahan yang muncul, tekuni solusi dan eksperimen yang kita rencanakan, dan jreng jreng jreng …. Insya Allah tugas akhir kita akan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan, tanpa nyontek, tanpa membeli dari penjual skripsi dan tanpa kutukan dosa dari yang Diatas</p>
<p>TERMA KASIH ATAS REFERENSINYA:</p>
<p>1.    Ronny Kountur, Metode Penelitan, Penerbit PPM, 2007</p>
<p>2.    Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kencana Prenada Media Group, 2005</p>
<p>3.    Ranjit Kumar, Research Methodology: A Step-by-Step Guide for Beginners, Melbourne: Addison Wesley Longman, 1996</p>
<p>4.    Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Agustus 2003</p>
<p>5.    Sulistyo-Basuki, Metode Penelitian, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, April 2006</p>
<p>6.    <a title="http://romisatriawahono.net" href="http://romisatriawahono.net/">http://romisatriawahono.net</a></p>
<p>7.    <a title="http://skripsi-konsultasi.blogspot.com" href="http://skripsi-konsultasi.blogspot.com/">http://skripsi-konsultasi.blogspot.com</a></li>
</ul>
</li>
</ol>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-%e2%80%ba-tools-%e2%80%94-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa dan cara menghapus virus conficker kido seri 2</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/analisa-dan-cara-menghapus-virus-conficker-kido-seri-2/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/analisa-dan-cara-menghapus-virus-conficker-kido-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 13:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<category><![CDATA[kido]]></category>

		<category><![CDATA[virus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/analisa-dan-cara-menghapus-virus-conficker-kido-seri-2/</guid>
		<description><![CDATA[Virus Conficker sekarang lagi ngetrend di Indonesia. Diperkirakan sudah puluhan ribu komputer terinfeksi di Indonesia dan jutaan di dunia. Gejala Conficker yang paling umum adalah munculnya pesan Generic Host Process Error setiap kali pengguna komputer menghubungkan dirinya dengan internet. Selain itu, Conficker juga diketahui menyebabkan login username Active Directory dikunci karena ia melakukan aksi Bruteforce.
Pihak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Virus Conficker sekarang lagi ngetrend di Indonesia. Diperkirakan sudah puluhan ribu komputer terinfeksi di Indonesia dan jutaan di dunia. Gejala Conficker yang paling umum adalah munculnya pesan Generic Host Process Error setiap kali pengguna komputer menghubungkan dirinya dengan internet. Selain itu, Conficker juga diketahui menyebabkan login username Active Directory dikunci karena ia melakukan aksi Bruteforce.<span id="more-10"></span></p>
<p>Pihak Microsoft mengadakan sayembara barang siapa yang menemukan sipembuat conficker akan dihadiai uang sebesar $50 juta usd amerika yoo uenak rek.<br />
Ada bebera gambar file pemicu virus confiker seperti dibawah ini adalah virus confiker yang pertama kali dirilis Yang menghebohkan dunia</p>
<p><a href="http://www.asia.web.id/users/lizard-wijanarko"><img class="alignnone size-medium wp-image-4" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni-300x147.png" alt="kido_bni" width="300" height="147" /></a></p>
<p><a href="http://www.asia.web.id"><img class="alignnone size-medium wp-image-5" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni1-300x153.png" alt="kido_bni1" width="300" height="153" /></a></p>
<p>Virus confiker tersebut dijalankan oleh autorun.inf untuk menginfeksi dirinya ke  computercorban dan ke usb  Virus tersebut bisa berganti-ganti ekstensi ya kebetulan saya menemukan file yang berekstensi .vmx  ada di fiashdisk teman saya.<br />
Sebenar nya banyak ekstensi file dari virus ini  diabisa beruba ekstensi (.exe,.scr.vmx.pif,.inf,)dsb. Wah sungguh aneh virus, ini bikin progremer antivirus bingung seribu bingung hehe .</p>
<p>Tidak lama kemudian sekitar 5 bulan kedepan dia mengeluarkan varian virus lagi, oh ya virus ini ngetrend nya pada akhir bulan 2008,terus varian baru nya dia mengeluarkan Kiddo.db dan Kiddo.ih atau biasa disebut juga (virus W32/Conficker.DV ) pada antivirus Kaspersky virus ini juga terdeteksi dengan nama Worm/Kiddo.db/ Kiddo.ih terus oleh antivirus Norman  terdeteksi dengan nama Worm/ Generic waduh apa lagi ini.</p>
<p>Vrus ini kelakuan nya lebih aneh ,tapi ada kemiripan dikit sih kelakuan nya seperti virus  confiker v lama dia juga mengeluarkan pesan  Generic Host Process Error . bedanya file confiker baru isi file nya kanyak file korupt. kita lihat virus versi baru dari confiker</p>
<p><a href="http://www.asia.web.id/"><img class="alignnone size-medium wp-image-6" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni2-300x257.png" alt="kido_bni2" width="300" height="257" /></a></p>
<p>Anehh nya virus ini jika di buka melalui cmd/command promp dia akan penampakan sebagai berikut</p>
<p><a href="http://www.asia.web.id/"><img class="alignnone size-medium wp-image-7" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni3-300x152.png" alt="kido_bni3" width="300" height="152" /></a></p>
<p><a href="http://www.asia.web.id/"><img class="alignnone size-medium wp-image-8" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni4-300x174.png" alt="kido_bni4" width="300" height="174" /></a></p>
<p>Hahaha aeneh bukan bikin pusing coba anda masuk ke modus safe mode with command prompt masak g tau modus safe mode with command prompt caranya (restart windows lalu tekan f8 ntar ada pilihan nya ya terus pilih  safe mode with command prompt)<br />
Ntar masuk Administrator jagan masuk di computer user contoh username kamu bejo jangan masuk situ masuk  ke  Administrator ntar kluar knyak black screen seperti gambar di atas.<br />
Habis itu ketik directory contoh missal virus tersebut di Directori F ketiklah F:&gt;attrib –s –h –r /s /d maka<br />
Akan muncul kanyak penampakan diatas.</p>
<p>Jika kita buka foder file pemicu virus confiker tersebut aneh nya flie tersbut bisa isi file nya kanyak file korupt lihat gambar dibawa ini</p>
<p><a href="http://www.asia.web.id/"><img class="alignnone size-medium wp-image-9" src="http://lizardwijanarko.blogdetik.com/files/2009/06/kido_bni5-300x184.png" alt="kido_bni5" width="300" height="184" /></a></p>
<p>Wah aneh juga virus ini sekarang Virus Conficker meraja lela di Indonesia Bahkan Di dunia bayangkan jutaan server di dunia Terinfecksi oleh Virus conficker .</p>
<p>Jika komputer terlanjur terinfeksi virus Conficker yang kini momok bagi pengguna komputer di seluruh dunia, tak perlu khawatir. Anda tak sendirian karena diperkirakan sudah ada 12 juta komputer yang terinfeksi di seluruh dunia saat ini. Kalau antivirus pun masih gagal mengatasi, masih ada cara membasminya meski butuh sedikit kerja keras.</p>
<p>Ok Simak  langkah membasmi virus Conficker dari 74T1M 3V1L berikut ini:<br />
Sumber lisensi&nbsp;<a href="http://Virologi.info" title="http://Virologi. " target="_blank">Virologi.info</a><br />
1. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan/internet. Matikan akses WiFi kalau ada dan cabut kabel ethernet dari jaringan LAN.<br />
2. Matikan system restore (Windows XP/Vista)<br />
Caranya pilih Start&gt;&gt;All Program&gt;&gt;Accesories&gt;&gt;System Tools&gt;&gt;System Restore kemudian pada menu setting pilih off untuk seluruh partisi.<br />
3. Matikan proses virus yang aktif pada services,Gunakan Tool, Trend Micro Atau bisa disebut Hijacks This v2,20 Untuk mendownload Search aja di om Google.(maaf lupa link nya untuk download) atau gunakan removal tool dari Norman ini bisa di download di&nbsp;<a href="http://download.norman.no/public/Norman_Malware_Cleaner.exe" title="http://download.norman.no/public/Norman_Malware_Cleaner.exe" target="_blank">http://download.norman.no/public/Norman_&#8230;</a> software ini tersedia cuma-cuma / (gratisan) hahaha Indonesia banget rek.<br />
4.Hapus Schedule Task yang dibuat oleh virus. (C:-WINDOWS-Tasks)<br />
5. Hapus string registry yang dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini. Salin script ini lalu install.</p>
<p>[Version]<br />
Signature=”$Chicago$”<br />
Provider=74T1M 3V1L<br />
[DefaultInstall]<br />
AddReg=UnhookRegKey<br />
DelReg=del<br />
[UnhookRegKey]<br />
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced, Hidden, 0×00000001,1<br />
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced, SuperHidden, 0×00000001,1<br />
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, CheckedValue, 0×00000001,1<br />
HKLM, SYSTEM-CurrentControlSet-Services-BITS, Start, 0×00000002,2<br />
HKLM, SYSTEM-CurrentControlSet-Services-ERSvc, Start, 0×00000002,2<br />
HKLM, SYSTEM-CurrentControlSet-Services-wscsvc, Start, 0×00000002,2<br />
HKLM, SYSTEM-CurrentControlSet-Services-wuauserv, Start, 0×00000002,2<br />
[del]<br />
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Applets, dl<br />
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Applets, ds<br />
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Applets, dl<br />
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Applets, ds<br />
HKLM, SYSTEM-CurrentControlSet-Services-Tcpip-Parameters, TcpNumConnections<br />
Gunakan notepad untuk menyalin, kemudian simpan dengan nama “basmi conficker.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan). Jalankan conficker.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.<br />
Catatan : Untuk file yang aktif pada startup, anda dapat men-disable melalui “msconfig” atau dapat men-delete secara manual pada string :<br />
“HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run”<br />
Jika virus sudah bersih matikan fungsi autorun pada windows anda supaya tidak terjadi infecksi virus yang menggunakan jasa AUTORUN string registrynya<br />
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]<br />
&#8220;NoDriveTypeAutoRun&#8221;=dword:00000004&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;mendisable<br />
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]<br />
&#8220;NoDriveTypeAutoRun&#8221;=dword:00000000&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; untuk mengembalikan</p>
<p>Semoga Membantu<br />
Jika kurang jelas atau kata penulisan nya kurang dipahami anda Hub Email saya  Contac &nbsp;<a href="mailto:CyberBen87@gmail.com" title="mailto:CyberBen87@gmail.com">CyberBen87 at gmail.com</a>   (By: 74T1M 3V1L)</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/analisa-dan-cara-menghapus-virus-conficker-kido-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lizard Wijanarko Sebuah nama kebanggaan</title>
		<link>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-sebuah-nama-kebanggaan/</link>
		<comments>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-sebuah-nama-kebanggaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 13:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lizardwijanarko</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aku]]></category>

		<category><![CDATA[Lizard wijanarko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-sebuah-nama-kebanggaan/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berhari-hari mencoba cari nama yang keren untuk upload di internet&#8230; Muter-muter gak karuan, akhirnya aku putuskan untuk memilih Lizard Wijanarko sebagai nama keren di internet. Memang agak aneh kalau dirasa-rasa, nama ini adalah nama hewan yang suka ngakalin. Ah gak juga atuh. Yang jelas aku adalah orang yang selalu mencintai hal yang baru, apalagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah berhari-hari mencoba cari nama yang keren untuk upload di internet&#8230; Muter-muter gak karuan, akhirnya aku putuskan untuk memilih Lizard Wijanarko sebagai nama keren di internet. Memang agak aneh kalau dirasa-rasa, nama ini adalah nama hewan yang suka ngakalin. Ah gak juga atuh. Yang jelas aku adalah orang yang selalu mencintai hal yang baru, apalagi di bidang teknologi. Walaupun ga semua bisa aku beli tapi yang jelas aku sudah berupaya untuk menggapai impian.</p>
<p>M.Ulin Nuha adalah salah satu dari sekian banyak teman akrab. Dia selalu mnginspirasi dengan caranya yang aneh nan mengherankan. Bagaimana tidak, hanya untuk mengingatkan tentang pentingnya teamwork, dia harus mengumpatku dengan kata2 sitirnya yang menusuk. Niatnya dia sih mau jadi pengajar, dia suka sekolah kehidupan katanya. M. Ulin Nuha sering mengajak saya untuk mencoba hal baru dari yang berbau teknologi, pengejawantahan, pengajaran dan perenungan.</p>
<p>Ach. Danial Adib adalah teman bisnis yang banyak meberi semangat saya untuk terus berkarya dalam hal apapun. Kata2nya selalu penuh optimis, itu yang membuat aku nyaman.</p>
<p>Didik Sunarko dosen nyentrik satu ini suka neliti masalah sepele yang jadi gede. Segala keingintahuannya akan sebuah masalah membuat aku kagum dengan solusi unik dan membuahkan hasil.</p>
<p>Sebuah pekenalan ini semoga membuat hari-hariku lbih hidup dan menyenangkan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lizardwijanarko.blogdetik.com/2009/06/23/lizard-wijanarko-sebuah-nama-kebanggaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.611 seconds -->

